KUARO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah bersama kader PKK, Posyandu, Karang Taruna, serta unsur masyarakat Kelurahan Kuaro, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Kelurahan Kuaro tersebut berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Tim Penggerak PKK Kelurahan Kuaro kepada DLH Kabupaten Paser untuk menghadirkan narasumber dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami dan menerapkan pengelolaan sampah yang baik dan benar.
Dalam surat permohonan narasumber, kegiatan diarahkan untuk memberikan pemahaman mulai dari pengurangan sampah, pemilahan, pemanfaatan kembali hingga pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kenali Kebijakan hingga Praktik Pemilahan Sampah
Materi sosialisasi disusun secara bertahap agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami penerapannya di lingkungan masing-masing.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan Materi tentang Kebijakan Pengelolaan Sampah. Materi ini memberikan pemahaman mengenai arah dan pentingnya pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.
Selanjutnya peserta mendapatkan Materi tentang Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Konsep 3R ditekankan sebagai upaya mengurangi sampah sejak dari sumbernya, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang material yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemilahan sampah dan praktik pengomposan sederhana. Peserta diajak memahami secara langsung bagaimana mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenis dan karakteristiknya sehingga sampah yang masih bernilai dapat dimanfaatkan dan tidak seluruhnya berakhir sebagai residu.
Dari Rumah Tangga, Perubahan Dimulai
Keterlibatan kader PKK, Posyandu dan Karang Taruna menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena kelompok masyarakat tersebut memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan dan membangun kebiasaan pengelolaan sampah di lingkungan keluarga serta masyarakat.
Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan tempat pembuangan sampah. Perubahan harus dimulai dari sumber sampah, terutama rumah tangga, melalui kebiasaan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mengolah material yang memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah berbasis 3R, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mendorong perubahan perilaku di lingkungan Kelurahan Kuaro. Melalui sosialisasi ini, DLH Kabupaten Paser mendorong agar pengelolaan sampah tidak dipandang hanya sebagai persoalan kebersihan, tetapi sebagai tanggung jawab bersama sekaligus peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
