Berita, Bidang PSLB3|

Desa Olong Pinang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 52 Universitas Mulawarman melaksanakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan pembuatan Resapan Biopori untuk sampah organik di Desa Olong Pinang, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus mendukung aksi nyata pengendalian perubahan iklim.

Sosialisasi diikuti oleh perangkat desa, kader PKK, tokoh masyarakat, dan warga Desa Olong Pinang. Dalam kegiatan tersebut, penyuluh dari DLH Kabupaten Paser menyampaikan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga sebagai langkah awal menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Materi yang disampaikan meliputi pengurangan timbulan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemanfaatan bank sampah, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos khususnya dengan media biopori. Masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menekan emisi gas rumah kaca yang menjadi salah satu penyebab perubahan iklim.

Selain penyampaian materi, peserta dipandu oleh Mahasiswa KKN untuk belajar dalam pembuatan resapan biopori dari pipa paralon. Dalam sesi ini, masyarakat mempelajari tahapan pembuatan biopori, manfaatnya dalam meningkatkan daya resap air, mengurangi genangan saat musim hujan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos secara alami.

Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi, hingga penerapan biopori di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Paser menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, memanfaatkan sampah organik, serta menerapkan biopori sebagai salah satu solusi sederhana dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan Kabupaten Paser.”

Selain itu, penyuluh lingkungan Hidup DLH Kabupaten Paser menambahkan bahwa perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama sosialisasi ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga tercipta budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.”

Melalui kegiatan ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Paser berharap masyarakat Desa Olong Pinang dapat menjadi pelopor dalam menerapkan pengelolaan sampah yang baik serta mendukung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” melalui aksi nyata di tingkat desa dan menjadi Desa Biopori pertama di Kabupaten Paser. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-07-31 at 09.10.44 (1)(1)
WhatsApp Image 2026-07-31 at 09.10.45(1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Close Search Window