
Pondong Baru, 5 Agustus 2026 — Desa Pondong Baru menjadi salah satu lokasi calon Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama Tahun 2026 di Kabupaten Paser yang menjalani verifikasi lapangan oleh Tim Verifikator Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan verifikasi lapangan tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian ProKlim untuk memastikan secara langsung berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan serta dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Pondong Baru.
Dalam pelaksanaannya, Tim Verifikator DLH Provinsi Kalimantan Timur didampingi oleh Tim DLH Kabupaten Paser, PT. Cotrans Asia sebagai salah satu pihak pendukung pelaksanaan ProKlim di Desa Pondong Baru, serta Perangkat Desa Pondong Baru dan Tim Satgas ProKlim Desa Pondong Baru.
Verifikasi dilakukan dengan meninjau secara langsung sejumlah lokasi yang menjadi representasi kegiatan adaptasi, mitigasi, kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Meninjau Berbagai Aksi Adaptasi dan Mitigasi
Rangkaian verifikasi lapangan diawali dengan menuju Lokasi 1, Dermaga Kemilau Laut Pondong. Di lokasi ini, tim melakukan peninjauan terhadap pemanfaatan solar cell, penguatan struktur bangunan, serta struktur bangunan alamiah pantai dan keberadaan mangrove sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan pesisir dari berbagai risiko akibat perubahan iklim.
Selanjutnya, tim menuju Lokasi 2, Rumah Produksi Kelompok Tani Hutan (KTH). Lokasi ini menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan madu kelulut dan produk UMKM. Kegiatan tersebut menunjukkan adanya upaya masyarakat dalam mengembangkan sumber penghidupan alternatif sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.
Pada Lokasi 3, Lahan Pertanian Perumahan, tim verifikator melihat secara langsung penerapan kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya secara lebih ramah lingkungan, antara lain penggunaan tungku kayu dan pemanfaatan pupuk organik dalam kegiatan pertanian masyarakat.
Perjalanan verifikasi kemudian dilanjutkan menuju Lokasi 4, Area Pangan. Di lokasi ini terdapat berbagai kegiatan pendukung ketahanan pangan masyarakat, seperti kandang ayam, mesin penetas telur, dan embung. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan pangan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim.
Perlindungan Sumber Mata Air dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Pada Lokasi 5, Sumber Mata Air, tim melakukan peninjauan terhadap kondisi vegetasi di sekitar sumber mata air, penerapan aturan lokal dalam menjaga kelestarian sumber daya air, serta kegiatan budidaya tanaman obat keluarga (TOGA).
Pengelolaan sumber mata air secara partisipatif menjadi salah satu bentuk aksi adaptasi yang penting, mengingat ketersediaan air merupakan salah satu aspek yang sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi iklim. Upaya masyarakat dalam menjaga vegetasi dan menerapkan aturan lokal menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk mempertahankan fungsi ekologis sumber mata air.
Verifikasi kemudian dilanjutkan menuju Lokasi 6, Dusun Rinda, yang menjadi salah satu lokasi ProKlim sekaligus Muster Point. Peninjauan ini menjadi bagian dari verifikasi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana maupun kondisi darurat yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Penguatan Pertanian Berkelanjutan melalui Demplot
Rangkaian kegiatan verifikasi lapangan ditutup dengan kunjungan ke Demplot Pertanian. Di lokasi ini, Tim Verifikator melihat penerapan pola tanam dan wanatani (agroforestri) sebagai salah satu bentuk pengelolaan lahan yang mengintegrasikan kegiatan pertanian dengan keberadaan vegetasi atau tanaman kehutanan.
Penerapan pola tanam dan wanatani tidak hanya mendukung produktivitas lahan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ketahanan ekosistem, menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko degradasi lahan, serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan tutupan vegetasi.
Kolaborasi Menjadi Kekuatan ProKlim Desa Pondong Baru
Kegiatan verifikasi lapangan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan ProKlim. Pemerintah Desa bersama Tim Satgas ProKlim menjadi penggerak utama di tingkat masyarakat, sementara DLH Kabupaten Paser berperan dalam pendampingan dan pembinaan. Dukungan dari PT. Cotrans Asia turut memperkuat pelaksanaan berbagai kegiatan ProKlim di Desa Pondong Baru.
Melalui verifikasi lapangan tersebut, Tim Verifikator DLH Provinsi Kalimantan Timur dapat melihat secara langsung kondisi dan keberlanjutan berbagai aksi yang telah dilaksanakan oleh masyarakat, termasuk aspek kelembagaan, partisipasi masyarakat, adaptasi, mitigasi, serta potensi pengembangan kegiatan ke depan.
Desa Pondong Baru diharapkan dapat terus mempertahankan dan mengembangkan berbagai praktik baik yang telah dilakukan, sehingga tidak hanya mampu memenuhi kriteria sebagai calon ProKlim Utama Tahun 2026, tetapi juga menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Paser dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.
Keberhasilan ProKlim pada akhirnya bukan hanya ditentukan oleh keberadaan kegiatan di lapangan, tetapi juga oleh konsistensi, partisipasi masyarakat, kelembagaan, inovasi, serta keberlanjutan aksi adaptasi dan mitigasi yang dilakukan secara bersama-sama.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, Desa Pondong Baru terus menunjukkan komitmennya untuk membangun desa yang tangguh terhadap perubahan iklim, mandiri, serta berkelanjutan.
